SHARE

INDRALAYA, FOKUSwarta-Terkait pemberitaan disebuah media online, tentang adanya wartawan Bodrex dikabupaten Ogan Ilir yang bertindak seperti garong, membuat para awak media dibumi Caram Seguguk itu berang.

Pasalnya didalam pemberitaan tersebut disebutkan, reputasi para wartawan tercoreng karena sang wartawan Bodrex sering meminta uang dari narasumber.

Ketua PWI OI Gusti M Ali mengecam keras pemberitaan yang menyudutkan profesional wartawan diogan Ilir tersebut. Menurutnya jika memang hal ini benar, harusnya TribunĀ  dalam pemberitaan dibuat inisial atau salah satu oknum. Sehingga hal itu tidak mendeskreditkan profesi jurnalistik yang diemban para awak media lainnya.

“Sangat saya sayangkan media sebesar Tribun masih tidak paham dalam memilah layak atau tidak berita tersebut untuk di tayangkan,jelas setelah membaca beritanya menjadi pertanyaan bagi kami apakah wartawan yang menulis berita ini sudah lulus UKW atau belum, nanti akan kita pertatanykan, saya juga sudah mengkoordinasikan hal ini dengan ketua PWI Sumsel, dan disarankan untuk membawa hal ini keranah hukum. Kami akan melaporkan hal ini kepihak yang berwenang, kalau teman-teman sepakat besok kami sambangi Polres OI,” tegas Gusti.Minggu (30/7)

Wiwin Arianto yang merupakan Wakil Ketua PWI OI juga berpendapat serupa, menurutnya apa yang dikatakan narasumber kepada media tersebut tidaklah beralasan, sebab jika memang ada wartawan yang meminta uang secara terang-terangan ataupun memaksa, seharusnya hal ini bisa dipidanakan dengan dugaan pemerasan.

“Saya menyayangkan steatment yang dikeluarkan oleh seorang pejabat OI seperti itu, kami wartawan yang telah bertugas puluhan tahun diogan ilir merasa dirugikan dengan steatment ini,” timpalnya.

Sementara, Ketua Bidang Antar Lembaga PWI OI, Fredi Kurniawan mempertanyakan steatment salah satu anggota DPRD OI Yusran Rifai yang menyebutkan sebagian besar wartawan di Ogan Ilir lebih mengutamakan materi ketimbang profesionalisme dalam bekerja.

“Saya menyesalkan steatment dewan terhormat ini, dia bilang saat rapat komisi banyak wartawan yang meminta uang dengan isyarat ataupun terang-terangan ketika rapat selesai. Dewan kok omongannya kayak sampah. Saya tidak senang dengan omongan preman pasar ini, saya akan lapokan hal ini kebadan etik DPRD OI,” tandasnya.(win/fd1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here