SHARE

Palembang, FOKUSwarta – Nyentrik, unik,merakyat, tradisional dan berbudaya itulah simbol saat menggunakan sarung. Meski sederhana saat menggunakan sarung adalah bagian kebudayaan Indonesia, beragam suku dan agama di Indonesia menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Umat Islam di Indonesia umumnya menggunakannya sebagai busana bawahan untuk sholat. Di kalangan pesantren, sarung bahkan menjadi semacam seragam formil bagi santri ketika mengkaji kitab bersama sang Kyai yang juga bersarung. Kalangan pesantren NU biasa disebut “kaum sarungan”, karena kaum santri di pesantren tradisional Indonesia hampir identik dengan sarung. Bahkan sarung juga bisa dikenakan sekadar untuk bersantai

Ketua DPD Golkar OI H Mawardi Yahya saat sore hari kerap menggunakan sarung untuk bersantai, tak hanya itu saat sholat atau menyambut tamu Idul Fitri yang dipadukan dengan atasan baju koko, suami Fauziah Yahya juga tampil ciamik dan elegan.

“Kalau bersarung ini Presiden Soeharto dari dulu juga menggunakan sarung untuk sholat bahkan pernah digunakan menyambut tamu kenegaraan. Artinya sarung ini bisa ditempatkan dimana saja. Jadi bukan pencitraan dari muda dulu memang nyaman menggunakan sarung, apalagi sore hari untuk bersantai, dari seluruh kalangan bisa menggunakan sarung. Bahkan saya kerap menerima tamu masyarakat saat sore hari saat bersantai dengan menggunakan pakaian sarung. Rasanya seperti tidak ada jarak,”ujar Bupati OI periode (2005-2010 dan 2010-2015)

Menurutnya meski sarung adalah pakaian yang sederhana namun bisa berada disemua kalangan bahkan menyentuh langsung hati rakyat.

“Ya wajib membaur dengan rakyat. Apa kehendak rakyat kita tampung untuk diwujudkan, alhamdulillah saya diberi kepercayaan selama 10 tahun lalu untuk memimpin OI. Kemarin sudah mengambil formulir pencalonan gubernur Sumsel dari Hanura dan Nasdem. Yang jelas kita ikuti saja prosesnya bagaimana, apa kehendak rakyat untuk Sumsel lebih maju, mohon doanya agar bisa terwujud,”ujarnya penyuka pindang ini.

Sementara itu salah satu warga OI Andi mengatakan sangat senang saat bersilahturahmi ke rumah mantan bupati OI tersebut.

“Bapak orangnya merakyat, kami rasanya membaur bersama, meskipun beliau sudah tidak lagi menjabat. Apa yang beliau makan, minum sama saja tidak dibedakan. Kita ngobrol bersama tukar pikiran seperti tidak ada jarak. Beliau memang hobi menggunakan sarung sore hari kalau di rumah,mungkin karena nyaman. Inikan sederhana tapi elegan. Inilah pemimpin yang kami harapkan mengayomi rakyat dengan baik. Apapun keputusan bapak kedepan kami dukung penuh,”katanya (En/02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here