SHARE

Indralaya, FOKUSwarta – Geram meski sempat “menggrebek” PT Buyung yang merupakan pabrik beras terbesar di Kabupaten Ogan Ilir (OI) di Dusun 1_2 Desa Pegayut Kecamatan Pemulutan Induk, beberapa waktu lalu, namun tetap membandel. Petugas UPTD Bapenda Sumsel- Ogan Ilir secara tegas akan memberikan sanksi denda administrasi, karena perusahaan tersebut nakal.

Hal tersebut dikatakan Kepala UPTD Dispenda Provinsi Sumsel Kabupaten OI Eko Herdiansyah Se Msi, menurutnya puluhan alat berat forklift (untuk mengangkut beras), ekskavator mini dan besar belum pernah dibayarkan pajaknya sejak 5tahun terakhir. Diduga manajemen pabrik tersebut menunggak pajak hingga puluhan juta rupiah.

“Kita sudah melakukan tindakan persuasif berupa surat tagihan pajak alat berat untuk segera melunasi, namun rupanya masih membandel. Sehingga otomatis UPTD akan kenakan sanksi administratif berupa denda keterlambatan membayar pajak. Kita sangat berharap agar kiranya perusahaan kooperatif menyelesaikan kewajiban karena beroperasi diwilayah OI. Dengan patuh membayar pajak maka pembangunan akan tercapai selain itu saat ini negara sedang defisit. Selain itu kami telah menyampaikan data ke tim yang ditunjuk seperti Polpp Sumsel, Bapenda Sumsel agar segera ditangani secepatnya,”tegasnya

Tak hanya PT Buyung yang membandel,
CV Anita Jaya beralamat di Palembang berusaha bidang galian c pasir, yang beroperasi di wilayah Pegayut Kecamatan Pemulutan juga hingga saat ini membandel

“Ya bagaimana kita mau menagih pajak alat beratnya, soalnya data jumlah alat berat saja tidak diberikan. Inikan jadi susah akibatnya kita kesulitan menghitung jumlah pajaknya. Jadi kita imbau tolong agar pihak perusahaan kooperatif untuk segera membayarkan kewajibannya. Agar nyaman dan tenang dalam berusaha,”tegasnya.(en/02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here